Bismillah...
Assalamu'alaykum
Pada hari Selasa, 14 Februari 2012 kelas saya sedang mendiskusikan suatu hal yang menarik. Awal dari diskusi ini adalah tugas dari Mr. Kelley pada sehari sebelumnya kepada kita. Tugas itu membicarakan tentang guru terbaik yang pernah kita dapatkan dan juga guru terburuk serta menyuruh kita untuk menuliskan mengapa kita ingin mengajar.
Diskusi dimulai ketika satu per satu teman kelas saya menceritakan tentang guru terbaik mereka.Saya pun menceritakan tentang guru terbaik saya, beliau adalah guru kelas 5 SD saya. Anak kelas saya pada waktu itu memanggilnya 'Ranger Biru'. Kenapa? Pertama beliau suka menggunakan helm biru dan kedua beliau menggunakan vespa. Ya sekolah saya termasuk sekolah yang notabenenya orang-orang dengan ekonomi di atas rata-rata (saya bisa masuk sekolah itu karena ada sokongan dana namun bukan dari orangtua). Pun dengan guru-gurunya, rata-rata mereka semua menggunakan motor yang lebih modern dan sebagian ada juga yang menggunakan mobil. Pribadinya sungguh rendah hati dan religius. Tapi jika sudah di kelas beliau benar-benar menjadi seorang power ranger. Jika power ranger memberantas monster, beliau memberantas monster yang timbul di pribadi anak-anak yakni kemalasan. Namun walau tidak jarang beliau menjadi galak, beliau sering pula membuat perut saya terblender. Jiwa humorisnya sangatlah tinggi maka dari itu banyak teman saya hingga hari ini tak melupakan beliau.
Kembali ke diskusi di kelas saya. Setelah semua menceritakan guru terbaiknya masing-masing, Mr. Kelley menanyakan tentang 'The Common Characteristics" dari sifat guru terbaik kami semua. Muncul banyak karakteristik, namun berakhir pada 'The Big Five'. Lima karakteristik terbesar yang menjadikan guru itu terbaik.
Yang pertama adalah Kind (baik). Tak dapat ditolak lagi bahwa satu hal yang membuat siswa senang terhadap guru adalah baik atau tidaknya guru tersebut. Ya termasuk saya sendiri, ketika mendapati guru baru hal yang pertama saya tanyakan ke kakak kelas adalah mengenai sifatnya baik atau tidak. Dan sifat ini menjadi mayoritas di kelas saya dan mungkin juga di luar sana.
Lalu kita mendapati sifat yang kedua, Patient (sabar). Seorang guru yang baik pastilah dia sabar ketika menangani siswanya yang 'abnormal'. Jika tak ada rasa sabar di hatinya tak bisa dikatakan bahwa guru itu baik. Dan bisa dibilang guru itu tak peduli dengan siswanya. Jadi penyabar sangatlah penting untuk menjadi guru.
Communicative (komunikatif) merupakan sifat ketiga yang mempunyai arti bahwa seorang guru haruslah pandai berbicara dengan anak muridnya. Disesuaikan dengan umur dari anak tersebut. Jika objeknya murid SD, akan sangat salah apabila sang guru berbicara tentang hal-hal yang berat seperti politik dan segala macamnya. Dan jika objeknya murid remaja maka lebih baik kita menggunakan bahasa mereka (bahasa gaul-red). Namun walau begitu seorang guru tetap memberikan wibawanya.
Setelah mampu menjadi pribadi yang baik, sabar, dan mudah berkomunikasi maka selanjutnya untuk menjadi guru panutan adalah memiliki 'High Motivation'. Guru akan dipandang sangat baik ketika mampu menggerakkan siswanya menuju lebih baik dengan motivasi yang diberikan. Motivasi disini tak sekedar memberikan semangat seperti komentator sepakbola yang hanya berbicara tanpa tindakan. Namun sebuah hal yang mampu mendorong siswanya untuk termotivasi. Bisa dari keseharian guru tersebut atau pengalamannya.
Dan yang terakhir adalah Caring (peduli). Sifat ini berkaitan dengan keempat sifat tadi dan ini pun memperkuat sifat lainnya. Guru yang peduli terhadap anak muridnya akan lebih dipandang sebagai orangtua karena ada kedekatan hati yang terjalin antar guru dengan murid. Dan ini yang akan membuat siswa menjadi nyaman dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
The Big Goal untuk seorang guru adalah membuat seorang anak murid menjadi pembelajar abadi. Maksudnya adalah murid tersebut dapat belajar secara otodidak dan menemukan bakatnya tersendiri. Tugas sebagai guru hanyalah meng-improve dari bakat anak tersebut dan juga kecerdasannya.
Depok, 20 February 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar