Bismillah...
Assalamy'alaykum
Selasa 14 Februari 2012. Pada jam pertama kuliah pada pukul 08.00. Hampir semua temanku datang tepat sebelum jam 8, karena tahu siapa dosen yang akan mengajar. Semua menjadi hening ketika sesosok pria berbadan besar masuk ke kelas. Ya, dia merupakan dosen mata kuliah Morphology and Syntax sebuah mata kuliah yang sedikit dapat ditebak. Namanya pa Ifan Iskandar. Merupakan seorang perantau dari Bangka yang terbilang sukses. Saya sedikit mengetahui sepak terjang beliau dan sangat mengaguminya. Beliau pernah menjabat sebagai ketua himpunan mahasiswa jurusan bahasa Inggris ketika masih kuliah di UNJ yang kala itu bernama IKIP Jakarta. Dan juga pernah menjabat sebagai ketua BEM Fakultas kala itu dan masih banyak lagi organisasi lainnya. Dan sekarang beliau menjadi Kepala Jurusan di bahasa Inggris dan menjadi kandidat kuat untuk naik menjadi seorang Dekan Fakultas Bahasa dan Seni.
Ketika saya masih menjabat sebagai 'MABA' (Mahasiswa Baru-red) di jurusan ED (English Department) banyak sekali komentar miring terhadap pa Ifan. Banyak yang mengatakan bahwa beliau termasuk dosen yang 'killer'. Memang sempat saya alami ketika saya meminta tanda tangan beliau untuk surat kegiatan acara di BEM. Beberapa kali saya kena 'semprot' darinya tapi memang karena itu kesalahan saya. Namun ada yang aneh ketika pa Ifan marah pada saya. Wajahnya tidak terlalu seram untuk orang yang sedang marah dan seperti sedang menahan tawa. Dan akhirnya saya mendapatkan jawabannya dari ketua BEMJ kala itu. Bahwa pa Ifan sedang mengetes ketahanan mahasiswa sejauh mana mental yang dimilikinya sebagai orgaisatoris. Mungkin karena inilah banyak orang yang belum mengerti dan akhirnya menyebarkan gosip yang tak benar. Surely! He's a kind man!
Akhirnya sebagian orang yang termakan gosip itu pada hari ini terlihat gugup. Bagi mereka untuk menghadapi dosen 'killer' diam merupakan jalan yang paling baik. Buat saya sih tidak terlalu gugup, tapi menjadi gugup ketika saya ditunjuk menjadi pj kelas beliau dan ketika saya disuruh menuliskan nama teman sekelas dengan abjad ada beberapa nama yang akhirnya berantakan dan tidak sesuai abjad. Yang saya tahu pa Ifan adalah sosok yang sangat sangat disiplin dan jika beliau melihat ketidakdisiplinan saya itu ditambah hari itu adalah pertemuan pertama maka bisa dicap tidak baik kedepannya. Tapi ketika mengabsen satu-satu akhirnya bisa lega juga saya ketika dia tidak menyadari atau sengaja tidak menyadarinya.
Setelah beliau mengabsen sembari mengenal wajah-wajah kami, selanjutnya beliau ingin mengetahui kemampuan bahasa Inggris kami (seakan tak percaya bahwa tidak semua mahasiswa bahasa Inggris jago dalam berbahasa Inggris). Akhirnya beliau menyuruh orang yang ditunjuk untuk membaca study guide (SAP).
Dan akhirnya kami disini, di ruangan kelas, di gedung jurusan bahasa Inggris dan kita mahasiswa bahasa Inggris yang bahkan tak bisa mengucapkan dengan benar bahasa inggrisnya sisir (Comb). Kebanyakan dari kami mengucapnya komb atau kamb. Kambpungan, ya itulah julukan yang disematkan oleh pa Ifan kepada kami. Dan pada hari itu pula kita baru bisa mengucap kata 'english' dengan baik dan benar. Kira-kira seperti ini pengucapannya /ˈɪŋ.glɪʃ/. Bisa kita lihat dari transkripsinya ada bunyi g. Sebagian besar dari orang yang faham dengan bahasa inggris namun tidak pernah mempelajari phonetic akan salah mengucapkan kata 'english'. Mengetahui bahwa skill bahasa inggris kita semua hancur maka muncul kalimat pamungkasnya 'I'll make your english better after passing this class'.
Sepanjang satu jam sebagian mahasiswa kelas kami yang termakan gosip akhirnya baru menyadari bahwa pa Ifan tak seseram yang diduga. Just be relax, he never eats student. Semua baru mengetahui watak aslinya setelah diajari olehnya. Ya, beliau memang The Unpredictable Lecturer.
Rawamangun, 22 February 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar